Stamina

•January 14, 2010 • Leave a Comment

Udah lama banget semenjak posting blog gw terakhir. Well, terlalu sibuk, sampai-sampai waktu liburan tahun baru pun tetap sibuk.. hehe So many things to do, and most of them takes all of my time and attention. Sampai akhirnya, gw ngerasain sesuatu yang udah lama banget gak pernah gw rasain atau pikirin. Capek.

Kelihatannya hari ini gw mencapai batas kepenatan dan kelelahan gw. Dan gw masih punya dua tugas pending. Damn. I miss these days when I’m free, without any burden to bear. Tapi gw gak mau kembali ke waktu itu, walaupun gw sangat kangen, karena gw gak mau kembali jadi orang yang gak bertanggung jawab. I really am tired, but I think, while I’m at my limit now, with only a little bit stamina left, I can still fight. I refuse to give it up and call it “best effort”. I can do so much more, just need a little more encouragement – from myself.

I know I can do it. Untuk gw dan untuk dia. For love endures. I can do it. I know I can. Being tired like this, I’ll just rest for some days, and everything will be alright. The LORD’s here with me.

I will get through this, and ultimately smiling at the end. I know it.

Brainstorm

•December 5, 2009 • Leave a Comment

“Tired”. “Exhausted”. “Hurted”. “Feeling useless”. “Hated”. “Helpless”. “Confused”. “Don’t want to see her sad”. “Want to see her smile”. “Hate him”. “Think he wants to make us torn apart”. “Sleepy”. “Hate when I can’t do anything for her”. “Wish her bad mood ends soon”. “Can’t smile when she’s sad”. “Really wants to help her, in every way possible”. “Shortness”. “Empty”.

“Capek”. “Lelah”. “Sakit”. “Merasa tak berguna”. “Merasa dibenci”. “Putus asa”. “Bingung”. “Gak mau liat dia sedih”. “Pengen lihat dia seneng”. “Benci si ykw”. “Mikir kalo si ykw pengen memisahkan kami”. “Ngantok”. “Benci ama diri sendiri yang gak bisa nolong dia”. “Berharap bad mood dia selesai cepat”. “Gak bisa senyum kalo dia sedih”. “Pengen nolong dia dalam segala hal, dengan segala cara”. “Sesak”. “Kosong”.

Before Thanksgiving

•November 21, 2009 • Leave a Comment

Sudah begitu lama sejak cantik memutuskan untuk berpisah jalan, tapi hatiku masih belum juga sembuh. Sakit. Sesak. Rasanya seperti terkena penyakit paru-paru. Tiap tarikan dan hembusan napas menyisakan rasa perih di dada. Dan aku sadar, sampai sekarang aku masih mencintainya, walau tak dapat lagi bersamanya.

Ada perasaan takut, perasaan sedih kalau dia akan benar-benar meninggalkanku dan tidak menjadi temanku lagi nanti. Aku ingin berbicara dengannya, tentang segala hal, segala topik walaupun aku sering kehilangan topik ketika berbicara dengannya. Aku ingin tetap dapat membantu, menolong, dan menjadi kekuatannya walaupun dia tidak menjadi milikku. Dan aku ingin berjalan di sampingnya, mendukungnya agar ia dapat mengepakkan sayapnya. Setinggi mungkin.

Cantik,
Tanpa perlu melakukan apapun untukku, ia selalu dapat membahagiakanku. Kehadirannya menguatkanku, dan membuatku menjadi secerdas Einstein, dan sekuat superman.

Cantik,
Aku merindukan dirinya yang masih berjalan bersamaku. Dirinya yang hangat, manis, dan penuh kasih. Sampai sekarang pun ia masih sama, hanya saja aku tahu kalau kami sama-sama terluka dan sakit oleh kenyataan kalau kami tidak bersama lagi.

Ingin aku tertawa lepas, dan pergi ke tempat di mana tidak ada orang lain dan di mana kami bisa berbicara tanpa bahasa. Duniaku dan dunianya, menyatu. Mataku dan matanya bertemu. Aku ingin mengerti semuanya, dan berusaha memperbaiki semuanya. Tidakkah aku pantas mendapatkan itu ?

Cantik,
Dia adalah wanita yang paling berpengaruh dalam hidupku. Membuatku menjadi orang yang lebih baik dan kuat. Aku ingin terus bersamanya, menjadi temannya, dan melihatnya terbang. Aku mencintainya.

Dan aku akan berterima kasih padanya, di hari thanksgiving tahun ini.

Miss

•November 2, 2009 • 1 Comment

Cantik,
Kau kembali ke Indonesia hari ini.

Enam hari tanpa ada kabar darimu telah membuatku banyak berpikir. Berpikir mengenai perbedaan yang kau jadikan alasan perpisahan. Berpikir mengenai apakah aku akan berbalik ke persimpangan itu, dan berbelok ke arahmu dan mengejarmu.

Aku tidak akan berbohong cantik,
aku masih mencintaimu, setulus-tulusnya, dan sedalam-dalamnya.
Aku tidak peduli, apakah cinta ini adalah cinta persahabatan atau cinta romantis, yang aku tahu hanyalah rasa ini tidak akan menghilang dalam waktu dekat.

Cantik,
Aku ingin bertemu denganmu, ngobrol, bercanda, dan tertawa tanpa beban.
Tanpa perlu memikirkan soal status atau hati.
Apakah kau masih mencintaiku cantik ? Apakah kau merindukanku di sana ?

Aku masih mencintaimu, dan merindukanmu di sini.

我 会 好 好 的, 花 还 香 香 的
时间一直去, 回 忆 真 美 丽
我 是 想 着 你, 一 直 想 着 你
你 在 我 心 底, 变 成 了 秘 密

不 要 说 你 爱 我, 你 想 我
如 果 你 的 心 里 没 有 这 么 做
只 是 勉 强 的 敷 衍 我
我 知 道 了 会 很 难 受

我 要 你 默 默 走, 不 回 头
我 会 清 楚 明 白 你 要 的 是 什 么
不 许 勉 强 的 安 慰 我, 说 奇 怪 的 理 由

到 现 在 还 是 深 深 的
深 深 的 爱 着 你
是 爱 情 的, 友 情 的 都 可 以
那 是 我 心 中 的 幸 福
我 知 道 他 苦 苦 的

I’ll be just fine, the flowers are still fragrant
The time will always pass by, that memory is really nice
I’m thinking of you, I’ll always think of you
In the bottom of my heart, You became a secret

Don’t say that you love me, you miss me
If your heart said it otherwise
You’re just forcing yourself to make me feel better
I’ll feel bad if I know about it

I want you to walk away silently, don’t look back
I’ll clearly understand what you really want
You don’t need to force yourself to comfort me or telling me strange reasons

Even until now I’m still deeply,
deeply loving you
It doesn’t matter if it’s love or friendship
That is the happiness that I want,
I know it’s bitter

iPersonic

•October 31, 2009 • 1 Comment

Baru ngambe test yang di dapet dari page sis Hannah. Hasil testnya sama pulak :D

Take the free personality test!

Cantik

•October 29, 2009 • 4 Comments

Cantik,
Apa kabarmu di sana ?

Dua hari ini terasa lama sekali. Aku merasa detik demi detik di tiap napasku karena cepatnya dua hari ini berlalu. Berat. Sesak. Ketika tidur aku merasa seperti tidak tidur, dan ketika bangun rasanya seperti tidur.

Satu minggu lewat satu hari semenjak kau memutuskan untuk berbelok ke kanan sementara memaksaku berjalan ke kiri. Hari itu jalan setapak kita terbelah. Kau di sana, aku di sini. Tiap hari rasa itu selalu datang padaku, keinginan untuk berbalik, mengejarmu dan memelukmu. Tapi aku tahu itu tidak mungkin, kau telah menyegel jalanmu dan tidak mengizinkanku masuk lagi.

Cantik, tidakkah kau tahu kenapa aku memanggilmu dengan sebutan itu ? Padahal kau selalu mengatakan padaku kalau kau tidak cantik. Tidakkah kau tahu kalau di mataku, tidak ada seorangpun wanita yang lebih cantik darimu ?

Cantik, kenapa aku harus terus memanggilmu seperti itu ? Sakit sekali jantung ini. Melihat bagaimana indahnya kedua matamu saat memandangku. Mengingat betapa dinginnya tanganmu saat menyentuhku. Aku bahkan dapat mencium dua bau parfummu dari hidungku sekarang.

Dimanakah kau sekarang ? Adakah engkau mengingatku saat ini ? Sadarkah engkau, bahwa ruang dan waktu dapat kita lewati, ketika tawa meledak, dan memori dua insan saling mengisi alamat memori kosong milik pasangan mereka ?

Ingatkah engkau, di mana ketika engkau mengatakan engkau tidak dapat melewati satu haripun tanpa kemunculan diriku ? Dan aku bilang kepadamu, kalau aku akan mati di tempat jika tidak mendengar kabarmu satu hari ? Saat itu kau tertawa dan berkata kalau kau tidak menyayangiku. Aku tidak pernah tahu dan mengerti kenapa kau berkata seperti itu. Namun aku tahu ketika aku menyentuh bibirmu dan mengetuk pintu surgamu, malaikat pun terdiam ketika kita berpagut.

Dan saat ini, aku sedang mengingat-ingat, kenapa aku sangat mencintai Indonesia, Cantik. Aku ingat, kalau aku mencintai Indonesia karena ada kau di dalamnya. Karena aku seorang pemalas. Bahasa Indonesia tidak mengenal tenses. Aku tidak perlu menambahkan kata “always” atau “forever” ketika aku bilang “aku mencintaimu”.

Terdengarkah itu olehmu ? Aku mengatakannya dengan pelan, tapi bukan berarti kau tidak mendengarnya. Karena aku tahu engkau pasti mendengar setiap huruf dari kalimatku. Karena aku sedang membisikkan ke sanubarimu, bahwa aku mencintaimu.

Dream

•September 16, 2009 • 2 Comments

Sekitar setengah tahun lalu, gw ketemu ama seorang cewek yang punya inisial S. Waktu itu, walaupun si S ini super duper menarik buat gw, gw belon bener-bener mikirin sesuatu yang berhubungan dengan hubungan kami dan menaggap dia sebagai teman biasa aja. Lalu waktu bejalan, beberapa bulan berlalu, dan hubungan berkembang. I’m starting to develop some strange feeling to her.

Karena self-esteem yang parah dan berbagai insecurity yang gw punya tentu aja gw gak yakin sama diri sendiri kalo gw sanggup menyentuh hati si S. Seperti kata sis Hannah, gw cuman pasrah dan terus berusaha menganggap dia temen. Then one day waktu chat sama si S sambil baca komik sambil melamun gw kelepasan ngomong kalo gw panas dia pigi nonton berdua ama satu orang cowok. Trus gw ditolak deh besoknya, karena “perbedaan umur” (di mana dia lebih tua dari gw).

Showstopper bug” bagi gw, perbedaan umur ini. Kenapa ? Karena sampe gimanapun hal itu gak akan pernah bisa gw ubah. Karna tau itu gw merasa pertarungan udah berakhir, tapi sambil tetep memperlakukan S seperti biasanya, tetep nunjukin kalo gw sayang ama dia. Kelanjutan hubungan kami ke status yang lebih tinggi tentunya jadi cuman mimpi aja bagi gw. Mimpi, yang gak mungkin jadi kenyataan.

But everything changed. The dream now comes true. Can’t say that much other than we’re now partner :) . Tapi gw akan update lagi lanjutannya nanti setelah bicarain dengan dia apa yang boleh di ekspos dan apa yang gak. Post ini cuman review dan ucapan terima kasih untuk dukungan dari temen-temen, including but not limited to :

  • Sis Hannah, Mimpi, dan Liel untuk jutaan ide, saran, dan trik
  • Sis Mega, Yenty, dan bro Hardy juga untuk ide, saran, dan trik
  • Those who prays for me.

Strange Me

•September 8, 2009 • 4 Comments

bertzzie : ya uda kalo gitu gw ke sanan sekarang.

Baris terakhir yang kuketikkan melalui Yahoo ! Messenger sebelum aku langsung berdiri dan berjalan keluar kantor untuk menemui dia yang kucinta. Dia yang katanya sedang menungguku karena datang membawakan barang yang kupesan dari dia. Aku tak menyangka dia akan datang secepat ini, karena percakapan tadi siang mengindikasikan kalau kami tidak akan bertemu dalam waktu dekat. Entahlah, mungkin aku saja yang salah mengerti maksud dia.

Begitu kakiku melangkah keluar kantor, mendadak aku merasakan sesuatu yang aneh. Sekelibat angin tidak mengenakkan lewat di sampingku dan telingaku mulai mendengung. Udara mulai terasa sesak, dan aku sadar kalau hal itu akan terulang lagi kali ini. AKu mulai takut dan panik, dan karena udara mulai terasa sesak, nafasku sudah mulai terasa berat. Dan suara itu datang.

“You’re just another friend to her. Nothing special. Even if you died, she won’t notice.”

“Get lost, nobody loves you. The world doesn’t need you.”

“You pathethic human being, why don’t you dead already ?”

“You really sure there’s this God thing that loves you ? Humans don’t love you, what make you think God does ?”

Kepalaku mulai pusing. Hatiku sakit, dan kelihatannya mulai berdarah. Pikiran-pikiran itu terus menari-nari selama perjalananku yang menyakitkan dari kantorku ke tempat pertemuan kami. Dan makin lama ia makin kreatif. Menyuarakan tentang bagaimana dia tidak mencintaiku, dan bagaimana aku merupakan orang yang tidak penting baginya. Aku tahu semua itu, hanya saja mendengar tentang hal itu tetap saja menyakitkan. Aku sudah mulai setengah sadar karena suara itu ketika aku sampai.

Kubuka pintu itu dan aku melihat dia sedang berbicara dengan teman baikku. Aku segera menaruh barang-barangku, dan kembali keluar karena aku sadar, mataku sudah mulai basah dan lagi aku memang sedang ingin ke kamar kecil. Perjalanan ke toilet terasa seperti mimpi. Tidak nyata sama sekali, dan aku bahkan tidak yakin aku mempunyai kaki. Dan mendadak aku sudah duduk, dengan posisi setengah tidur serta suaranya yang menyadarkanku “Iya ?”. Aku hanya tersenyum dan menyadari betapa jauh aku telah sampai ke duniaku. Dan aku mulai kehilangan kesadaran yang sangat berharga itu.

Lalu aku mulai menuliskannya kembali karena ketika aku kembali pada diriku, aku telah sampai di depan komputer.